Tampilkan postingan dengan label Sajak Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Masalah?, ada Alloh yang Maha Besar

Masalah ? Adakah orang di dunia ini yang sehari saja tak punya masalah? Walaupun hanya sekecil butiran debu, masalah akan tetap ada. Termasuk hidup itu sendiri pun masalah. Masalah terjadi ketika apa yang diharapan, derencanakan atau difikirkan tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dilapangan.

Setiap orang tentunya memiliki cara tersendiri dalam menghadapi masalah yang ada. Ada yang berdiam diri untuk merenunginya sambil memikirkan penyelesaiannya, ada yang menceritakannya ke orang terdekat untuk mendapatkan jalan keluar, ada pula yang dengan adanya masalah dia lebih mendekatkan kepada Sang Pencipta untuk dimudahkan dalam menyelesaikannya, serta ada pula yang hanya memendamnya dan berujung pada stress.

Allah memberikan sesuatu kepada manusia tentu ada manfaatnya, tak ada sesuatu yang diciptaanya atau diberikannya tanpa punya manfaat atau sia – sia belaka, termasuk masalah. Masalah yang menimpa kepada kita bisa saja merupakan ujian dari Alloh untuk ditingkatkan derajat keimanannya, bisa juga cobaan bagi kita agar kita selalu ingat dan mendekat diri kepada Alloh, bahkan dapat juga merupakan azab karena kita sudah melakukan larangan-Nya dan Alloh menginginkan kita agar tidak melaksanakan lagi larangan tersebut, yang jelas nikmati saja masalahmu karena itu salah satu bukti Cinta Alloh kepada mu.

Tak  jarang kita temui orang – orang sekitar kita atau bahkan kita sendiri mengaggap bahwa masalahyang dihadapi sangat besar dan merasa tak dapat diselesaikan. Jika saudara atau orang sekeliling masih seperti itu, maka katakan “Hei masalah, aku tidak takut padamu. Sebesar apapun kamu, aku masih punya Alloh yang Maha Besar”. Itu adalah satah satu kalimat yang menginspirasi saya dan mengingatkan kembali akan Kebesaran Alloh, salah satu kalimat yang didapatkan ketika menonton 99 Cahaya di Langit Eropa part 1.

Saya yakin, sebagian atau bahkan saudara semua sudah tau bahwa apa yang terjadi pada kita adalah apa yang kita fikiran, dan apa yang Alloh berikan kepada kita adalah tergantung prasangka kita pada – Nya. Jika dalam kenyataannya tidak seperti itu maka yakinlah  yang terjadi pada kita hanya sebagai bentuk ujian buat kita. Begitu juga dengan masalah, jika kita mengaggap masalah itu besar, maka akan terasa berat dalam menyelesaikannya dan apabila mengaggap masalah itu kecil Insya Alloh akan lebih dimudahkan dalam menyelesaikannya. Memang, kalimat “Hei masalah, aku tidak takut padamu. Sebesar apapun kamu, aku masih punya Alloh yang Maha Besar” tidak dapat menyelsaikan masalah, tapi setidaknya kalimat tersebut bisa mengingatkan kita bahwa kita punya Alloh yang senantiasa mau membantu kita, dalam keadaan apapun. Selain itu, harapannya kalimat tersebut dapat memberikan energi positif sehingga ide - ide untuk menyelesaikan masalah bermunculan.  Kemudian ingatlah 'petikan' janji Alloh dalam QS. Al – baqarah  ayat 286 yang artinya
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya……..”

Nah, dalam kalimat tersebut saya merasa adanya pesan yang disampaikan Alloh kepada hambanya yaitu bahwa Alloh memberikan masalah, tatangan atau ujian hidup kepada kita karena Alloh percaya kita mampu menyelesaikannya. So, jangan sampai mensia – siakan kepercayaan Alloh atas kemampuan kita. Dan, sebagai pengingat kita juga bahwa “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan(diulang dua kali dalam Q.S. Al – insyira : 6 - 7). .

Okee, hadapi masaah yang ada...., karena masalah sebagian dari pendewasaan diri, bukti tanggung jawab atas sesuatu... :)

#keepcalm, keepsmile
Salam Sukses Mulia

Yang kau lakukan, bisa jadi ditiru anakmu….

"....Karena orang tua adalah wakil Allah...."

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban kita sebagai seorang anak. Banyak hal yang bisa menunjukkan seseorang berbakti kepada kedua orang tua, misalnya  membantu orang tua (tentunya membantu dalam hal – hal yang baik dan tidak melanggar ketentuan agama islam). Selain itu juga, sebagai mahasiwa yang merantau tentunya harus belajar bersungguh – sungguh untuk mendapat suatu prestasi yang dapat membanggakan kedua orang tua pada khususnya dan berperilaku yang sesuai dengan syari’at islam.
Lalu bagaimana ketika orang tua sudah meninggal dunia?? Sebagai seorang anak masih memiliki kewajiban untuk mendoakannya. Mengapa demikian ? karena do’a anak yang shalih merupakan salah satu amalan yang tidak putus sampai hari akhir.  Tentunya  harus memperlakukan kedua orang tua sebaik –baiknya karena apa yang kita lakukan keg tua apabila dilihat oleh seorang anak, dapat ditiru yang imbasnya perlakuan seorang anak ke diri kita sendiri. Ada sedikit kisah yang penulis dapat kan dari sebuah kajian.
Ada sebuah keluarga yang tediri dari ayah, ibu, anak dan kakek. Ayah, anak dan ibu tersebut tinggal dalam sebuah rumah. Sedangkan kakek tersebut tinggal di sebuah petak ruangan yang ada di sebelah rumah mereka, yang pasti terpisah dari rumah tersebut. Kakek tersebut adalah orang tua dari ayah tersebut. Setiap harinya seorang ibu tersebut mengantarakan makanan ke sang kakek.
Pada suatu hari, si ibu menemani anaknya belajar. Saat itu si anak sedang menggambar suatu sketsa. Ibu tersebut tanya, “nak, kmu sedang gambar apa?”.
“ Menggambar rumah, bu..,” jawab si anak.
“ Rumag untuk siapa dan yang kotk – kotak ini apa?” tanya ibunya lagi.
“ Ini rumah buat ku nanti bu kalau udah besar dan kotak – kotak ini (bla…bla…)……,” jabanya sambil menjelaskan bagian – bagian rumah yang telah digambarnya.
“ Lalu, kotak ini apa nak??”
“ Kalo kotak ini ruangan buat ibu dan bapak nanti kalo sudah tua, kaya kakek sekarang,”  jelas anaknya.
Sejak obrolan itu sang ibu merenung dan introspeksi diri. Ia merasa telah salah dalam memperlakkukan kakek tersebut. Dan beberapa waktu setelah itu si ibu membereskan sebuah ruangan dalam rumahnya untukkamar sang kakek dan memindahkan semua barang – barang yang di ruang terpisah tersebut ke ruan kamar baru sang kakek.
Dari kisah itu dapat ditarik kesimpulan atau diambil pelajaran bahwa sebagai anak harus memperlakukan orang tua dengan sebaik – baiknya dan memuliakan orang tua. Secara mudahnya, jika ingin diperlakukan baik oleh penerus kita nantinya maka harus berlaku baik dan memuliakan orang tua kita….

#Meraih Ridho Alloh dan Cinta - Nya

Untuk mu, Cantik….


Jika kau menyayangi orang tua mu,
Jangan kau bungkus auratmu dengan baju adek mu, atau bahkan kau umbar aurat

Membungkus aurat mu menjadikan tubuhmu kesakitan dan sesak,

Mengumbar aurat mu sama saja mengotorinya dengan polisi

Tapi…, tutuplah aurat mu
Karena menutup auratmu menjadikan mu dapat menyelamatkan orang tua mu dari kobaran api neraka, terutama menyelamatkan ayah mu dari jeratan siksa neraka….


Jika kau menyayangi pasangan mu (kelak)..
Tutup pula auratmu…,
Karena ia yang nantinya menggantikan ayah mu untuk menanggung dosa mu atas segala kesalahan mu,

Jika nanti kau memiliki anak,
Ajari mereka untuk menutup aurat,
Sadarkanlah kepadanya kalau menutup aurat adalah perintah Alloh
Karena mengingatkan mereka adalah tanggung jawab mu,
Ketika tak kau ajari menutup aurat, bukan salah mereka ketika mereka mengumbar auratnya
Dan, ketika kau tak menuntunnya menutup aurat maka kau jugaakan terseret ke neraka,

Tak ada salahnya menutup aurat,
Menutup aurat menjadikan mu lebih sehat,
Lebih terjaga dan lebih menjaga mu…,
Menjaga dari apa yang membahayakan dan merugikan mu,
Menjadikan mu lebih dihormati oleh orang lain
Dan tentunya mendapat Ridho dan Cinta Alloh…
Karena Cinta Alloh mahal harganyaa…..  :)


# Buktikan Cinta dan Sayang mu ke Orang tua mu dan Raih Ridho serta Cinta Alloh untuk mendapatkan Bonus Syurga – Nya dan membawa orang tua mu menikmati Syurga-Nya #

Mangga juga bisa jadi pelajaran hidup…


Suatu ketika ingin rasanya membeli buah. Sudah lama tak membeli buah. Padahal buah baik untuk kesehatan. Kandungan vitamin atau antioksidan dalam buah sangat baik dan diperlukan oleh tubuh. Singkat cerita akhirnya pergilah ke pasar swalayan untuk membeli buah dan keperluan lainnya, itung – itung buat ngilangin stress juga. Mumpung kuliah juga libur. Heheee

Sampai di swalayan, langsung saja melirik ke apel hijau. Kata ibu saya apel hijau itu buah yang unik yaitu bisa menjadikan tekanan darah berada di range normal. Jika tekanan darah turun (dibawah normal) maka dengan memakan satu biji sata buah apel hijau (bukan apel hijau biasa loh yaa.., tapi apel hijau Grand Smith) bisa menaikkan tekanan darah ke posisi normal dan ketika tekanan darah terlalu tinggi makan dengan memakan apel tersebut tekanan darah menurun ke posisi normal.  Unik bukan ?? yaa…, mungkin karena testimony itu saya sering memilih apel hijau ketika membeli buah.

Banyak pilihan buah disana, rasanya ingin membeli buah – buahan yang kusuka, tapi kalo dibeli semua khawatir malah bingung memakannya dan melihat kondidi dompet juga sih…  :D. akhirnya pilihan kedua jatuh ke buah mangga. Buah mangga banyak mengandung vitamin C dan memiliki daya antioksidan juga. eehmm,,, baiklah untuk kesehatan kulit. Beruntung sekali ketika itu ada dskon buah, jarang saya mersakannya. Buah mangga tersebut juga tergolong buah mangga yang enak dan cukup banyak diminati oleh pembeli, Mangga Arumanis.

Buah yang kubeli tak ku makan dalam sehari seklaigus. Bisa dibayangkan dong yaa kalo dimakan sehari sekaligus…, bisa diare nantinya. Buah itu ku makan untuk selingan makan berat, setidaknya penyeimbang vitamin makanan lah yaa…. Sampai suatu ketika saya mengiris buah mangga. Mangga yang pertama saya makan rasanya belum begitu manis, masih ada sedikit rasa asamnya. Padahal dari kulit luarnya bagus dan (menurut ku) sudah menunjukkan tingkat kematangan yang cukup, jadi saya fpikir udah enak dimakan…. Buahnya cukup besar, jadi sekali makan ga satu buah. Satu buah bisa untuk dua kali makan. Hari ini setengah irisan buah, kemudian disimpan dan esoknya setengah irisannya baru dimakan.

Kurang lebih tiga hari tiga hari pasca saya ke swalayan tersebut, buah mangga masih tersisa satu biji. Ketika memperhatika kulit luarnya, terlihat bintik – biktik hitam dibagian tangkai buah. Bintik hitam itu cukup banyak dan (menurut saya) menandakan buah itu sudah mulai membusuk. Tapi tidak tercium bau busuk dari buah tersebut. Nah, berhubung penasaran apakah buah itu busuk atau tidak sekaligus saya juga lagi pengin makan buah tersebut akhirnya saya kupas buah itu. Alhmdulillah, ternyata buah tersebut tidak busuk. Keadaanya pun sangat bagus, tingkat kematangan yang sempurna (menurut saya, maklum tak tau tingkat kematangan yang sempurna secra pasti itu seperti apa) dan ternyata rasanya begitu manis, maknyuss lah kalo di acar – acara kuliner. Tak ada sedikitpun rasa busuk….

Itulah sedikit cerita ketika saya mulai merindukan makan buah. Dari kisah itu mungkin ada sedikit yang bisa kita ambil dan bermanfaat bagi kehidupan sehari hari bahwa kita tidah boleh menilai atau melihat sesuatu khususnya manusia dari fisiknya saja karena apa yang kita lihat belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya. Bisa saja dari luar fisiknya terlihat amat kotor, jelek atau bahkan menjijikan tapi dalamnya, perilaku dan prasangkanya jauh lebih baik dari pada kita. Begitu juga dengan sesuatu yang elok dimata kita, bahkan bisa membuat kitaamat mengaguminya. Jangan mudah percaya atau tergius dengan keindahan yang dilihat, karena tidak semua keindahan luar itu juga menjadi keindahan dalam juga. bisa saja keindahan yang membuat kita terlena justru keindahan yang menipu yang ada kejahatan atau keburukan dibalik keindahan itu sendiri. Namun yang ita harapkan adalah keindahan yang kita pandang dari luar juga merupakan keindahan yang terpancar dari dalam diri termasuk dari keindahan hati, fikiran dan perilaku.

Mari kita kendalikan prasangka kita agar selalu memiliki prasangka yang  baik dan juga memiliki kewaspadaan terhadap lingkungan sekeliling kita. Tanamkan fikiran positif, hati yang berprasangka mulia serta perilaku yang menentramkan dan ramah lingkungan..

DAKWAH


Dakwah…
Sesuatu yang mengesankan namun  butuh perjuangan
Ya, berjuang..
Berjuang melawan situasi,
ketakutan,
kegelisahan.
Berjuang melawan segala rintangan yang menghadang,

Dakwah adalah inspirasi
Inspirasi berfikir,
mengolah kata penuh makna
dalam mengajak nas untuk menuju jalan – Nya,

Dakwah adalah kreativitas
Kreatifitas untuk membangun peradaban
Menuju kejayaan Agama Allah

Dakwah adalah sebuah kenangan
Kenangan dalam berjuang,
Kenangan yang tak luput meski di telan waktu.
Semua akan terukir dalam manisnya berDakwah.

Dakwah adalah cinta,
Cinta kepada An-nas menuju Ridho-Nya
Cinta Rasulullah menjalankan sunahnya
Dan cinta kepada illahi Robbi dalam membela agama-Nya

::~* An-Nisa / 1208012 *~::

Terbaru

(Mendefinisikan) MAPAN

Mapan, menjadi salah satu kata yang sering dimasukkan sebagai ’syarat’ sebelum menikah. Tak jarang perempuan mensyaratkan atau mencar...

Postingan Populer